DIBALIK SEBUAH 'PANGGUNG SANDIWARA'
Panggung Sandiwara bukan hanya sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Ahmad Albar ( di bawakan ulang oleh Nike Ardila) tapi ini benar-benar sebuah fenomena kehidupan yang sangat realita sekali. Aku mulai saja pengalamanku setelah aku tumbuh dewasa dan menjadi seorang pemain band di sebuah bar atau club malam di Jakarta. Dimana aku mulai mengerti apa itu penggung sandiwara, dan pemeran-pemerannya termasuk me. 2th aku berkecimpung disitu dengan segala peristiwa dan ceritanya tapi ada satu yang sangat berkesan. Selalu aku ingat betapa besar pengorbanan seorang ibu selain melahirkan. Ayo semua ikuti kisahnya disini...
Namanya Rina, dia keturunan Tionghoa biasa dipanggil Ellen. Sungguh sangat favorit sekali namanyadiantara Pramuria-Pramuria (Hostes) yang ada di bar ini. Setiap malam kerjanya harus melayani tamu-tamu bar yang datang. Aku heran karna walaupun dia hostes tapi dia tak pernah hilang dari pandanganku.Tidak seperti yang lainnya kadang hilang bersama Om-Om atau cukong berduit padahal dia cantik dan seksi. Semua yang melihat, apalagi berduit pasti ingin mengajaknya ke tempat tidur. Aneh sekali tamu-tamu yang dilayaninya tidak pernah komplain dengannya. Mereka fine-fine aja malah setauku mereka sangat senang memberikan uang tip yang aku anggap jumlahnya sangat besar.wah aneh banget ya?
Karena tiap malam ketemu, keingintahuanku semakin besar padanya. Tapi kesempatan tidak memungkinkan untuk bisa berbincang-bincang padanya karena kami sama-sama kerja dengan bos yangsama. Kucoba cari tahus amateman-temannya ataupun teman-temanku tapi mereka nggak ada yagn tahu.Aneh kan? padahal namanya saja hostes pasti sambil jual kehormatan kan? ini bagiku sangat menggangguku.Membuat aku penasaran sekali. Akhirnya kesempatan itu datang. Bulan puasa datang sehingga semua bar di jakarta off satu minggu.Ini kesempatanku ku beranikan diri untuk mengajaknya kencan. Eh...dia mau, hebat ya? padahal aku hanya musisi bar yang uangnya gak bisa disamakan dengan cukong berduit. Hari yang di sepakati pun tiba, kami bertemu di sebuah hotel ekonomi, yah cukup lah buat orang seperti kami. Kami masuk kamar, dan aku mulai berhayal ( he he he itulah laki-laki ya kan?) tapi aku tidak melihat respon layaknya penjual kehormatan pada umumnya. Aku mulai salah tingkah . Ku dekati dia dan kutanya kenapa diam, dia jawab dengan malu-malu bahwa dia belum pernah diajak orang lain masuk kamar hotel selain sama aku.Karna aku ingin sekali tahu maka aku suruh dia bercerita. Dan....ah... sangat menyedihkan sekali hidupnya. dia punya suami lumpuh dengan satu anak perempuan yang masih kecil. Rupanya dia tak mau menjadi tokoh dalam panggung sandiwara yang sudah ditulis oleh sutradara bahwa harus jadi PSK.Dengan segala kemampuan dan kerendahan hatinya dia berhasil ,enyelamatkan kehormatan jiwanya dengan cerita dan air mata juga dengan kata-kata manis tanpa ada yang protes memaksakan kehendak mereka termasuk diriku.Salut ya Ellen, kamu memang pramuria yang tidak mau menjadi pramuria .
Selanjutnya silahkan anda komentari panggung sandiwara adalah gambaran takdir nasib dalam kehidupan manusia ....
Namanya Rina, dia keturunan Tionghoa biasa dipanggil Ellen. Sungguh sangat favorit sekali namanyadiantara Pramuria-Pramuria (Hostes) yang ada di bar ini. Setiap malam kerjanya harus melayani tamu-tamu bar yang datang. Aku heran karna walaupun dia hostes tapi dia tak pernah hilang dari pandanganku.Tidak seperti yang lainnya kadang hilang bersama Om-Om atau cukong berduit padahal dia cantik dan seksi. Semua yang melihat, apalagi berduit pasti ingin mengajaknya ke tempat tidur. Aneh sekali tamu-tamu yang dilayaninya tidak pernah komplain dengannya. Mereka fine-fine aja malah setauku mereka sangat senang memberikan uang tip yang aku anggap jumlahnya sangat besar.wah aneh banget ya?
Karena tiap malam ketemu, keingintahuanku semakin besar padanya. Tapi kesempatan tidak memungkinkan untuk bisa berbincang-bincang padanya karena kami sama-sama kerja dengan bos yangsama. Kucoba cari tahus amateman-temannya ataupun teman-temanku tapi mereka nggak ada yagn tahu.Aneh kan? padahal namanya saja hostes pasti sambil jual kehormatan kan? ini bagiku sangat menggangguku.Membuat aku penasaran sekali. Akhirnya kesempatan itu datang. Bulan puasa datang sehingga semua bar di jakarta off satu minggu.Ini kesempatanku ku beranikan diri untuk mengajaknya kencan. Eh...dia mau, hebat ya? padahal aku hanya musisi bar yang uangnya gak bisa disamakan dengan cukong berduit. Hari yang di sepakati pun tiba, kami bertemu di sebuah hotel ekonomi, yah cukup lah buat orang seperti kami. Kami masuk kamar, dan aku mulai berhayal ( he he he itulah laki-laki ya kan?) tapi aku tidak melihat respon layaknya penjual kehormatan pada umumnya. Aku mulai salah tingkah . Ku dekati dia dan kutanya kenapa diam, dia jawab dengan malu-malu bahwa dia belum pernah diajak orang lain masuk kamar hotel selain sama aku.Karna aku ingin sekali tahu maka aku suruh dia bercerita. Dan....ah... sangat menyedihkan sekali hidupnya. dia punya suami lumpuh dengan satu anak perempuan yang masih kecil. Rupanya dia tak mau menjadi tokoh dalam panggung sandiwara yang sudah ditulis oleh sutradara bahwa harus jadi PSK.Dengan segala kemampuan dan kerendahan hatinya dia berhasil ,enyelamatkan kehormatan jiwanya dengan cerita dan air mata juga dengan kata-kata manis tanpa ada yang protes memaksakan kehendak mereka termasuk diriku.Salut ya Ellen, kamu memang pramuria yang tidak mau menjadi pramuria .
Selanjutnya silahkan anda komentari panggung sandiwara adalah gambaran takdir nasib dalam kehidupan manusia ....

0 komentar:
Posting Komentar